Tanah

2 February 2012  kem pramudya, No Comments

Cahaya itu menerangi, membawa cahaya menguak dimensi dari kegelapan.  Berpijar, dan mungkin akan pudar jika tidak ada materi yg mampu membuatnya bercahaya lagi. Api, juga menerangi jika bersahabat. Membara jika disulut lebih besar. Dan menyisakan kerusakan dalam genggaman sifat agresifnya. Tanah, tempat dimana hampir semua mahkluk hidup bergantung padanya. Tempat dimana semua dapat tumbuh dan [...]

10 November 2008  kem pramudya, No Comments

Aku sebuah kotak tanpa sudut,
Dan aku pun sebuah lingkaran yang tidak melingkar.
Aku adalah sisi-sisi segitiga yang sisi-sisinya menyatu-
penuh tanpa sudut.
Aku adalah biru yang merah terang,
Kuning cerah yang memancar sinar gelap,
Hitam yang berapi-api terangnya,
Hijau tenang yang sangat agresifnya,
Dan putih bersih yang sangat kentara ke-hijauan-nya yang sangat biru.

..Aku, bukan apa yang bisa kamu lihat dan dengar darinya.
Lihatlah cukup “Aku”
Jangan nilai Aku melebihi apa yang kamu lihat dan dengar.

J_010906

____

10 November 2008  kem pramudya, No Comments

Aku selalu ingin belajar dari mereka

Mereka mengaku berfikir, mereka bertindak, mereka berbicara, mereka merasa, mereka menjadi, mereka merasa peduli tapi tidak. Mereka menjual empati. Mereka sadar tapi mereka tidak melihat, mereka adalah sudut pandang mereka. Mereka adalah semua tapi mereka sebenarnya sendiri. Mereka ada bukan dari kesendirian, mereka ada karena mereka semua. Mereka berjanji tapi hanya menjual kata. Keadaan mereka adalah krikil tajam bagi yang lain. Mereka telah membunuh diri sendiri dan mati sebelum mereka sadar hidup itu berarti.
Tapi dibalik semua itu, bagi insan yang terus bersikap, mereka adalah bagian yang tak boleh lepas dari hidup ini, didalam hati ini. Mereka adalah guru terbaik untuk murid yang terlalu, sangat dan terbaik. Mereka memotivasi untuk tetap terus belajar dan jauh mengerti mengapa, apa, siapa, dan bagaimana seharusnya. Mereka perantara, dan jangan pernah salahkan mereka. Mereka abdi, yg senantiasa menuntun kita agar bisa terus memahami bagaimana kita bisa bersikap. Mereka pembimbing dan mereka penguji terbaik sepanjang zaman.
Mereka mengantar clue, mereka menulis contekan-contekan halal ditempat-tempat yang seringkali kita tidak sadar. Kita tidak terlalu sadar sehingga mereka berbicara sayup-sayup ditelinga kita tentang kabar-kabar baik yang akan terus ada. Mereka tidak akan pernah hilang, karena mereka adalah bagian yang takkan pernah lepas dari hidup ini. Mereka ada di depan, belakang, samping, atas, bawah, dan selalu pasti ada di sekeliling kita dalam tiap detik. Jika kita sepenuhnya sadar betapa besar arti kehadiran mereka dalam hidup ini⎯maka kitapun akan menangis, karena mereka⎯kita mampu berfikir kritis.
Jika hidup ini seimbang penuh dengan kebaikan, maka hidup ini flat. Hidup ini takkan bisa berjalan karena tak bisa berputar, berguling. Tak ada roda yang bisa dikayuh. Jika ini benar terjadi, maka manusia akan terlahir sepenuhnya sebagai bayi, bayi yang tidak pernah ingin belajar berjalan, melompat dan berlari.

Daya fikir yang tak terbatas, ada dalam olahannya. Bukan apa adanya < B_041004>

5 November 2008  kem pramudya, No Comments

Saat dimana pantulan sinar matahari

pada bulan lebih terang daripada

sinar matahari itu sendiri.

Aku tidak pernah tahu adakah sesuatu hal yang lebih indah dari ini, selama alas yang kupijak ini. semua yang kudapatkan dan begitupun dengan yang lainnya, semua ada, tersedia sebelum Aku ada. Semua bergembira, semua senang. Hidup ini penuh dengan ketenangan.

Tapi nilai dari semua ini? semua seakan terasa datar. Semua penuh dengan kepastian. Tidak ada nilai yang membedakan sesuatu halnya, tidak ada yang membedakanku dari yang lainnya, semua jadi jelas! Tidak ada kebanggaan yang jauh lebih bermakna jika semua dihadirkan pada pilihan yang sama pasti dan dengan resiko yang sama pasti pula dan mungkin tanpa resiko sekalipun. Manusia adalah makhluk ciptaan yang paling sempurna. Manusia punya kendali dan manusia dapat ‘lebih hidup’ dalam tantangan yang penuh dengan ketidakpastian manusia diciptakan dengan nilai dan harus kembali dengan nilai. Sudah seharusnya Aku sadar dengan keadaan ini.

Maka Akupun memberanikan diri menghadap dan dengan tulus bertanya kepada Sang Pencipta: “Wahai yang menciptakan aku-Manusia-makhluk ciptaanMu yang Engkau katakan paling sempurna dari sekian banyak karya indahMu, biarkanlah aku memilih dan Engkau menilai.” Sang Pencipta menjawab: “Wahai hambaku, tahukah apa doa mereka yang Aku kabulkan sebelum mereka Kuturunkan ke bumi?-Adalah apa yang baru saja engkau ucapkan.” Lalu Aku kembali bertanya: “Seperti apakah bumi itu?” Sang Pencipta kembali menjawab: “Bumi adalah dunia dimana engkau bisa melihat sisi-sisi kesempurnaanmu jauh melebihi dari apa yang engkau lihat sekarang jika benar-benar engkau menyikapinya betapa nilai itu ada.” Lalu akupun berdoa: “Berilah aku petunjukMu.” Sang Pencipta kembali menjawab: “Kesempurnaanmu adalah petunjuk bagimu. Dan jika telah datang waktunya engkau Kupanggil, maka kembalilah kau dalam keadaan ikhlas penuh bekal bermanfaat dalam keberkahan jika telah cukup waktumu untuk belajar, dan akan menempatkanmu di tempat-Ku sesuai dengan nilai yang kau dapat.”

Dan dalam keikhlasan hati ini, rasakanlah bahwa Sang Penciptamu adalah kata hatimu dalam kebenaran yang tulus. Syurga itu rasa dimana ketenangan itu ada―rasa dimana kemenangan-senyum-ikhlas-segala yang baik dan kebaikan―semua berkumpul dalam bulatan hati yang bersih. Sedangkan neraka adalah rasa dimana hati diikat dengan tali ketidak-ikhlasan, penuh dengki, tidak menghargai, penuh emosi negatif, ketakutan berlebihan, rasa ketidaknyamanan, resah, semua ada karena pikiran dan perilaku yang tidak terkontrol dengan baik. Dan diantara itu semua terdapat kesempurnaan hidup manusia. Maka jadikanlah hidupmu sebagaimana syurga itu ada dalam hatimu.

Bandung_051004

5 November 2008  kem pramudya, No Comments

Jika kamu selalu bertanya apakah Aku sayang kamu?

Dan selalu bertanya apakah cinta kamu?

Serta terus bertanya apakah kesetiaanku terus membawamu?

..maka jelas, jawabnya ada dalam keraguanmu.

J_300806