Saat dimana pantulan sinar matahari
pada bulan lebih terang daripada
sinar matahari itu sendiri.
Aku tidak pernah tahu adakah sesuatu hal yang lebih indah dari ini, selama alas yang kupijak ini. semua yang kudapatkan dan begitupun dengan yang lainnya, semua ada, tersedia sebelum Aku ada. Semua bergembira, semua senang. Hidup ini penuh dengan ketenangan.
Tapi nilai dari semua ini? semua seakan terasa datar. Semua penuh dengan kepastian. Tidak ada nilai yang membedakan sesuatu halnya, tidak ada yang membedakanku dari yang lainnya, semua jadi jelas! Tidak ada kebanggaan yang jauh lebih bermakna jika semua dihadirkan pada pilihan yang sama pasti dan dengan resiko yang sama pasti pula dan mungkin tanpa resiko sekalipun. Manusia adalah makhluk ciptaan yang paling sempurna. Manusia punya kendali dan manusia dapat ‘lebih hidup’ dalam tantangan yang penuh dengan ketidakpastian manusia diciptakan dengan nilai dan harus kembali dengan nilai. Sudah seharusnya Aku sadar dengan keadaan ini.
Maka Akupun memberanikan diri menghadap dan dengan tulus bertanya kepada Sang Pencipta: “Wahai yang menciptakan aku-Manusia-makhluk ciptaanMu yang Engkau katakan paling sempurna dari sekian banyak karya indahMu, biarkanlah aku memilih dan Engkau menilai.” Sang Pencipta menjawab: “Wahai hambaku, tahukah apa doa mereka yang Aku kabulkan sebelum mereka Kuturunkan ke bumi?-Adalah apa yang baru saja engkau ucapkan.” Lalu Aku kembali bertanya: “Seperti apakah bumi itu?” Sang Pencipta kembali menjawab: “Bumi adalah dunia dimana engkau bisa melihat sisi-sisi kesempurnaanmu jauh melebihi dari apa yang engkau lihat sekarang jika benar-benar engkau menyikapinya betapa nilai itu ada.” Lalu akupun berdoa: “Berilah aku petunjukMu.” Sang Pencipta kembali menjawab: “Kesempurnaanmu adalah petunjuk bagimu. Dan jika telah datang waktunya engkau Kupanggil, maka kembalilah kau dalam keadaan ikhlas penuh bekal bermanfaat dalam keberkahan jika telah cukup waktumu untuk belajar, dan akan menempatkanmu di tempat-Ku sesuai dengan nilai yang kau dapat.”
Dan dalam keikhlasan hati ini, rasakanlah bahwa Sang Penciptamu adalah kata hatimu dalam kebenaran yang tulus. Syurga itu rasa dimana ketenangan itu ada―rasa dimana kemenangan-senyum-ikhlas-segala yang baik dan kebaikan―semua berkumpul dalam bulatan hati yang bersih. Sedangkan neraka adalah rasa dimana hati diikat dengan tali ketidak-ikhlasan, penuh dengki, tidak menghargai, penuh emosi negatif, ketakutan berlebihan, rasa ketidaknyamanan, resah, semua ada karena pikiran dan perilaku yang tidak terkontrol dengan baik. Dan diantara itu semua terdapat kesempurnaan hidup manusia. Maka jadikanlah hidupmu sebagaimana syurga itu ada dalam hatimu.
Bandung_051004